Skip to main content

Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya

Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya dan Bergaransi di Bandung

Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya yang Amanah kini menjadi sebuah pencarian yang susah – susah gampang, apalagi yang dapat memberikan garansi untuk bidang pekerjaan yang di kerjakan dalam pembangunan dan renovasi rumah.

 

Perkembangan pembangunan tempat tinggal tinggal meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk tiap tahunnya. Banyak rumah-rumah baru dibangun, baik di lingkungan perumahan atau perkampungan.

 

Banyak pula orang yang melakukan renovasi tempat tinggal tinggalnya disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang ada. pada saat ini Hampir semua tempat tinggal tangga yang telahdi tempati selama bertahun – tahun tentunya memerlukan suatu perbaikan dan renovasi rumah. Mulai dari membetulkan genteng bocor, menambah ruangan baru seiring bertambangnya penghuni baru, apalagi dengan keperluan ruangan atau bangunan baru.

Cara Terhindar dari penipuan pemborong rumah

 

Membangun tempat tinggal tinggal pastilah tidak akan sama jika kita membangun prasarana umum lainnya dengan skala yang tergolong cukup besar besar seperti: hotel, perkantoran, pusat berbelanjaan,dan sebagainya.

 

walaupun sebenarnya Dari segi aspek teknik konstruksi bangunan terdapat kemiripan dari bangunan tersebut , akan tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yang cukup signifikan yang ada didalamnya seperti dalam hal pengelolaan manajemen dan pembiayaanya.

 

Proyek-proyek yang tergolong ke dalam bangunan besar yang telah dikelola secara lebih profesional dan sistematis serta melibatkan berbagai pihak yang mempunyai kompetensi dan keahlian di bidang masing-masing. biasanya team nya tersusun seperti berikut ini yaitu Ada Pemilik Proyek, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dan Pelaksana Pekerjaan (Kontraktor).

 

Sedangkan pembangunan tempat tinggal tinggal lebih sederhana dari segi pengerjaan, pengelolaan serta dari segi biaya yang termasuk relatif kecil,biasanya Pemilik Pekerjaan dan langsung tukang untuk renovasi ringan, melibatkan mandor yang membawahi beberapa pekerja atau tukang untuk pekerjaan yang lebih besar, atau menunjuk seorang pemborong yang mengelola mandor, tukang, pekerja, dan pengadaan bahan bangunan, untuk bangunan bertingkat atau yang lebih kompleks. untuk semua itu bisa saja di kerjakan sendiri, namun apabila membutuhkan jasa layanan pemborong, tentunya anda perlu mengetahui tentang Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya.

 

Baca Juga :
Cari Kontraktor Bangunan Rumah Dan Gedung Yang Terpercaya
Berapa Biaya Jasa Arsitek Rumah? Ini Patokan Resminya

 

Keterlibatan pemborong perumahan inilah yang tidak jarang atau malah sering jadi masalah tersendiri . Pemborong perumahan umumnya menawarkan jasanya berasal dari mulut ke mulut (jawa: gethok tular) yang tidak menyadari pengalaman dan kapasitas keahliannya didalam bidang teknik, manajemen, dan pengendalian biaya. Lebih beresiko lagi kalau pemborongnya yang ada mempunyai itikad untuk menipu konsumennya.

 

Penipuan proyek tempat tinggal tinggal sering dikarenakan tidak ada ikatan perjanjian pemborongan secara tertulis dan memanfaatkan celah ketidaktahuan pemilik mengenai spesifikasi tekhnis bangunan. untuk itu anda perlu beberapa tips Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya untuk mengerjakan pembangunan atau merenovasi rumah anda.

 

Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah terpercaya untuk Menghindari Penipuan Pemborong dan kecurangan Renovasi Rumah

Untuk menjauhi penipuan pemborong dan pemborosan biaya yang tidak sesuai, maka kami mencoba membuat artikel tentang beberapa langkah praktis yang sanggup diterapkan oleh pemilik pekerjaan secara umum, dalam halĀ  mengetahui Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya dan bergaransi.

 

Sebelum mempercayakan pekerjaan kepada pemborong sebaiknya kamu menyadari mengenai Cara Memilih Pemborong Renovasi Rumah Terpercaya:

1. Reputasi pemborong yang terjalin bersama pekerjaan yaitu, pengalaman, referensi berasal dari org yg sanggup dipercaya, kekuatan finansialnya.
2. Tenaga ahli yang bakal dipakai (mandor, tukang, juru gambar)
3. Melihat misal pekerjaan yang dulu dilaksanakannya, misal tempat tinggal tinggal usahakan mengkonfirmasi bersama pemilik tempat tinggal yg dulu memakai jasanya.

 

Menetapkan secara garis besar area lingkup pekerjaan yang bakal dilakukan beberapa atau sepenuhnya jadi tanggung jawab pemborong, misalnya:

 

 

1. Pekerjaan pembongkaran bangunan lama.
2. Pekerjaan fondasi dan struktur tempat tinggal (beton struktur, fondasi, kolom, balok, plat lantai, dak atap dsb).
3. Pekerjaan Sanitasi (saluran pembuangan limbah dan peresapan, sumur air bersih, pipa-pipa dan kran kamar mandi, alat-alat sanitair/ closet, wastafel, bathtub, dll)
4. Pekerjaan Arsitektur dan Finishing (tembok, lantai, plafond, genteng, cat)
5. Pekerjaan Instalasi Listrik.
6. Perijinan (SKTBL (Surat Keterangan Tata Bangunan dan Lingkungan), IMB dll) mesti menyadari jadi tanggungjawab pemborong atau pemilik.
7. Penyambungan energi listrik PLN (tanggung jawab siapa?)

Pemborong sebabkan dokumen perjanjian yang berisi:

1. Perjanjian Pemborongan yg berisi, nilai borongan, jangka selagi pekerjaan, langkah pembayaran. Cara pembayaran perlu di perhatikan, memakai sistim progress pekerjaan bulanan, atau per termin misal 25%,50%, 75%, 90% dan 100% sesudah masa pemeliharaan. Usahakan langkah pembayaran mengfungsikan sistem harga satuan pekerjaan supaya mempermudah perhitungan jikalau tersedia pekerjaan tambah kurang.
2. RAB (Rencana Anggaran Biaya) selanjutnya daftar harga satuan per item pekerjaan. Di cantumkan termasuk spesifikasi tekhnis secara ringkas, bahan bangunan yg digunakan, sebaiknya langsung menyebut merek, misal keramik, bahan plafon, style sanitair, pipa air, kabel listrik dan aksesorinya.
3. Gambar Desain selanjutnya cermat struktur beton, pembesian, arsitektur, pemipaan, listrik.
Jadwal pelaksanaan sederhana mengfungsikan bar chart yang menggambarkan kapan selesainya tahapan pekerjaan fondasi, struktur beton , atap, listrik, finishing

Setelah dipenuhi hal-hal perlu diatas, pemilik pekerjaan bakal lebih mempunyai deskripsi yang menyadari sejauh mana hak dan kewajibanya supaya mengecilkan mungkin sengketa yg tidak menyadari dibelakang hari. Tahap perlu seterusnya adalah Pengendalian dan Pengawasan Pekerjaan yang bakal mengkaji hal-hal yang rawan terjadinya kecurangan pelaksanaan.

Bagikan Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *